Asmirandah : Vanno pekerja keras

Sepanjang berkarier di dunia hiburan, Andah terbilang sepi dari gosip. Bukan karena tidak punya nilai jual. Tapi lebih karena komitmennya pada pekerjaan. Seperti di KCK ini, berperan sebagai Kamila, Andah bahkan sampai harus melakukan survei pada ibu-ibu hamil. “Aku tanya rasanya ngidam. Kebetulan di situ aku hamil tiga bulan akibat diperkosa pacar,” sebut bintang Ketika Cinta Bertasbih 2 ini. “Walau dalam kenyataan aku belum pernah hamil, yang jelas enggak boleh lupa kalau lagi hamil dan harus terus membayangkan kalau di dalam perut ada anak. Apalagi aku di sini juga nangis terus karena tertekan,” Andah mengungkapkan tantangannya di KCK.

Jam terbang di dunia akting ternyata bukan jaminan bermain bagus. Untungnya, Andah tidak pemah berhenti belajar. “Pas di lokasi syuting aku sebagai Kamila, bukan Asmirandah. Kadang karakter Kamila suka kebawa di luar sih. Misalnya, di kampus. Cuma, itu harus dihilangkan karena aku harus bisa bedain, mana yang nyata, mana yang bukan,” katanya. Sejauh ini, Andah akui, walau persaingan cukup ketat, KCK mampu mendapat tempat di hati penonton. “Sampai sekarang ceritanya sih masih konsisten. Ya, masuk akallah. Rating juga cukup membahagiakan semua pemain,” pungkas cewek berhidung mancung ini sembari menambahkan, penulis skenarionya selalu berdiskusi agar karakter Kamila tidak monoton.

Lantas, bagaimana memisahkan urusan pekerjaan dan personal dengan Vanno? Dibilang gampang, ya tidak juga sih. Pasti-nya, menurut Andah, di lokasi syuting ia menganggap Vanno partner kerja. “Jadi aku sendiri sih tidak susah membedakan dari teman ke teman kerja,” kilahnya meyakinkan. Teman seperti apa sih Vanno? Walau tidak terus terang mengakui, Andah tidak bisa menutupi kekagumannya pada Vanno, yang dinilainya sebagai cowok baik, pintar, dan pekerja keras. “Apalagi sebelumnya aku pernah main bareng sama dia di Nikita. Kebetulan dia jadi pacar aku,” kata Andah.

Enak sharing sama vanno

Ditanya dari perkenalannya sampai sating tertarik satu samalain, Andah enggan menceritakan. “Ya, kami berteman dekat. Tapi aku enggak mau terlalu dibahas. Mending ngomongin lainnya saja,” kilah Andah yang langsung mengalihkan pembicaraan ke topik lain. Ah, Andah bisa saja nih. Kabarnya, di lokasi syuting Andah kerap jadi bahan ledekan. Entah oleh kru atau pemain. “Enggak ada ah. Lha wong biasa saja. Di luar lokasi pun ngobrol kayak teman biasa,” lagi-lagi Andah mengelak.

Enaknya main bareng Vanno, bisa sama-sama nyambung dan tahu maunya apa kalau berdiskusi. Ya iyalah, namanya juga sehati. “Aku pastinya sering sharing sama Vanno. Misalnya, kalau ngerasain ada dialog yang aneh, kami langsung membahas sama sutradara,” imbuh dara kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1989 ini. Untungnya Andah bisa menjaga mood di lokasi syuting. “Sampai sekarang sih enggak pernah ribet membangun mood, ya. Paling kami sama-sama capek saja di lokasi. Biasanya cari bahan obrolan lain atau ngerjain Mischa (Chandrawinata, adik Nadine) saja karena dia paling lucu,” jelasnya.

Walau satu lokasi, Andah mengaku tidak pernah diantar pulang Vanno. Apalagi jalan berdua. “Break (syuting) hari Minggu saja kadang aku ada kerjaan. Kalau enggak, mending di rumah saja nonton DVD,” ujar bungsu dari tiga bersaudara. “Aku juga sedang sibuk ujian akhir, mau bikin film anak-anak. Makanya, waktu makin sedikit sekali buat teman-teman,” sambung Andah yang memulai debut sebagai sutradara dengan menggarap klip Matta band tiga pekan lalu. Seberapa besar sih peran orangtua dalam kehidupan Andah? Sangat besar, tegasnya. Karena itu, Andah tidak akan membangkang pada orangtuanya. “Selama ini sih selalu berusaha terbuka dan dekat dengan orangtua karena sampai kapan pun hanya orangtua yang bisa dipercaya,” ucap Andah. “Papa-Mama selalu tahu siapa teman-teman bergaul. Itu paling utama. Karena pendidikan utama pasti dari keluarga,” sambungnya.

(BINTANG INDONESIA, Edisi 985, V Maret 2010)